Seiring bergulirnya waktu, ga kerasa aja udah menginjak semester 7 nih -____- Rasanya kok udah semakin tua aja ni umur, semakin merasa harus memintarkan kepala, dan semakin terdesak untuk cepat-cepat menuntaskan kuliah. Tiap aku menikmati kuliah, aku merasakan enjoy enjoy aja sih, soalnya rintangan di depan mata juga ga susah-susah banget. Cuma berbekal rajin berangkat kuliah, datangnya juga ga telat-telat amat, ngerjain tugas tepat waktu, aku rasa itu udah cukup untuk memperoleh nilai yang bagus. Atau kalau mau dapet nilai yang ++ kedipin mata aja ke dosennya dan bilang "aduh maaf, mata saya kelilipan nih pak" hihihi. Ya sebenernya dosen juga ga gitu-gitu amat sih, asalkan kita baik aja dan memenuhi aturan, dijamin dapet A deh. KECUALI, kalo dosennya itu emang ngasih standarisasi nilai yang tinggi, meskipun ilmunya menurutku juga ga banyak-banyak amat, kalo dia cuma ngasih minimal B ya harap maklum aja sih -__- dan aku sering mendapatkannya. Arrrrrrggggggggggggghhhh.....
Hari ini pertama kali aku kuliah perdana pada semester 7, dan aku ambil mata kuliah PPA alias Magangnya Antropologi. Jadwal kuliahnya jam 1 men, ohhhh itu kan jam-jam panas, jam-jam anak pulang sekolah, jam-jam istirahatnya orang kantoran mencari makan siang. Di jalan padet banget, meskipun cuma di jogja sih, tapi kok ya sekarang itu penuhnya naudzubillah deh. Ada cerita unik nih waktu aku otewe alias on the way (ceileeeeeeeh pake bahasa inggris nih si felin) hihihi. Jadi gini, pas aku lagi nungguin lampu bangjo di perempatan pom bensin sagan, tiba-tiba rasanya pengen banget ngecek gadget ku yang berupa hp nokia mini ada senternya itu, berharap ada sms tuh dari si a'a :p Ketika aku menarik resleting tasku, eeee lha kok tasnya itu menekan tombol kuning klakson ku. Sontak semua orang yang sedang menunggu lampu abang ijo kuning itu menoleh ke aku, pas klakson ku bunyi juga ternyata di sekitarku lagi riweuh orang-orang banyak berseteru dengan sesama yang tidak mau mengalah dengan jalan. Ketika klakson ku berbunyi panjang, jadinya menambah keruh suasana di jalan itu hahaha. Dengan begonya, aku juga langsung terkaget-kaget dan bilang "bukan saya, bukan bukan!!" (dengan raut muka tanpa ekspresi dan agak takut-takut gimana gitu) haha.
Setelah itu, jalanlah motorku ke arah lembah UGM dan berbelok ke jalan Sosio-Humaniora, masuklah ke dalam parkiran FEB dan FIB (parkiran kendaraan beroda 2 lho ya). Di parkiran, kebiasaan ku galau nih milih tempat parkir, pilih parkiran yang di depan atau di belakang, dan di depannya itu masih milih juga parkiran depan yang ada iyup-iyupannya (teduhan) atau parkiran yang tanpa teduhan, atau lagi parkiran belakang yang bebas apa parkiran belakang yang teduh. Haduh fel... felll... pilih parkiran aja bingung, gimana milih pendamping hidup buat besok "lhoooo" :3 hahaha Pada akhirnya aku terhenti di tengah-tengah parkiran sembari menolah-noleh ke kanan dan ke kiri. Pada saat pemberhentianku, ada seorang mas-mas (anak kampus yang tidak tahu namanya) mau melewat di depanku, namun terhalang oleh motorku. Beliau pun berhenti juga, sembari menunggu aku lewat, kemudian beliau bersandar di atas motor yang entah siapa itu pemiliknya, ngasal aja deh pokoknya haha. Waktu dia bersandar dan seakan-akan bergaya di atas motor tersebut, tangan penyangganya terpeleset dan mengakibatkan motor itu JATUH. Aku langsung aja tertawa terpingkal-pingkal melihat masnya yang tadi sok-sokan bergaya sambil tebar pesonanya ke aku tadi. hahaha Masnya juga ketawa sendiri ga berenti-berenti hahhaa.