Kamis, 17 Oktober 2013

Djarum Foundation 2012

Waktu dulu jamanku semester 4, iseng-iseng kebuka web nya Djarum Foundation..
Berawal dari situ, pas bangeeeet ada tawaran beasiswa Djarum Foundation untuk mahasiswa semester 4...
Masukin aaaah berkas-berkas syarat kelengkapan beserta formulir... banyak banget persyaratannya dan yang paling penting adalah pengalaman berorganisasi beserta reward2 yang didapet selama beberapa tahun belakangan gitu...
Ah nekat aja sih, cuma ngumpulin berkas aja kan.. ga masuk juga ya udah yang penting udah "ikhtiar" hihi
Aku isi formulirnya beserta syarat2 kelengkapannya dan nambahin prestasi piagam2 ku waktu aku pra TK, balita, dan SD yang suka ikut2an lomba mewarnai atau menggambar di tiap event pas jaman kecilku dulu :p
Hahahahahahahahahahaha basiiii banget kan ya??

Pada akhirnya, aku kirim tu berkas-berkasnya ke Semarang lewat TIKI, dan ga ada harapan apapun di situ sekedar iseng-iseng aja lah..

Beberapa minggu kemudian.....
*adegan lagi di Indomaret Jalan Bantul*
siang itu aku masuk ke Indomaret untuk beli minuman dingin beserta teman-temannya, pas itu rencana sorenya mau balik ke pwt melakukan rutinitas kunjungan keluarga di sana. Drrrrrt....drrrrrrt....drrrrtttt.. hp ku bergetar! Ada sms masuk dari nomer tak dikenal yang bunyinya intinya gini "Felinda, Antropologi Budaya UGM diundang untuk seleksi Djarum Foundation tahap berikutnya, dimohon kehadirannya di Auditorium UPN pada tanggal (lupa) dengan dresscode kemeja rapi, almamater dan sepatu"
Ujung-ujungnya pas itu mukaku syok, panik gimana gitu dan jadi aras-arasan buat balik pwt. Hahahaha yaudah langsung telefon papiku dan ngasih kabar gembira ini.
Itungannya ini seleksi berkasku masuk ya hahahaha (padahal kalo inget2 masukin berkas dengan piagam-piagam waktu balita yang ga seberapa itu harusnya enggak bisa lho ya, dan pengalaman organisasiku yang ga ada sama sekalinya wkwkw)

Akhirnya, setelah waktunya tiba aku datang ke audit UPN sendirian, dan di sana mahasiswa UGM dari beragam prodi dan mukanya ya ampun pinter-pinter, cerdas-cerdas, tajir-tajir, dan kebanyakan orang-orang berbakat banget. Lah aku dateng aja udahlah telat, bingungan kaya orang bego, jas almamater cuma ditenteng, ga bawa alat tulis, ala kadarnya banget deh pokoknya.
Pas di sana kan otomatis ketemu orang banyak, beda-beda, yaudah cobalah aku ajak kenalan. Dan ternyata orang-orangnya emang bener deh songong-songong, kenalan aja cuma biasa trus ditinggal pergi. Ah pokoknya ciri-ciri orang cerdas ga mau gaul gitu -_____-
Yaudah akhirnya aku stay biasa aja di pojokan sambil main hape, di situ temen antro ku ataupun FIB langka sekali, bahkan kebanyakan anak teknik, kedokteran sama psikologi. Yang intelek-intelek gitu lah pokoknya -_-

Nah nah, tiba-tiba ada yang nyamperin deh cewek berkerudung anak sosiologi (isipol UGM) ngajakin kenalan, aku sambut dengan senaaaaaaaang hati (saking bahagianya dapet kenalan di tengah kerumunan orang-orang berdedikasi tinggi)
Setelah cakap2 dengannya, masuklah kami ke audit dan dapet ini niiiii




Lumayan juga dapet binder, bolpen, co card sama lunch "GUDHEG" makanan kesukaanku..

Tesnya lumayan lama lho, sekitar 4 jam dan pesertanya sekitar 300an orang dan nantinya diseleksi 20, trus disaring lagi adi 5 orang trus baru diambil 1 orang. hahaha gila ga tuh -___-
Dan aku gugur tes, ga bisa masuk ke 20 besar soalnya liat sendirilah saingannya kayak apa seremnya wkwkw

Haduh, Djarum2 itung2 aku udah pernah keseleksi deh berkasnya udah syukur juga ada pengalaman ikut tesmu yang susah ituuu hahaha

Sabtu, 12 Oktober 2013

Hati dengan Pikiran

Tanpa kita sadari, kita banyak melakukan hal yang dibenci oleh sesama.. seperti: tidak sadar mencela orang, menggurui orang, menceritakan kesombongan akan diri sendiri.. dan masih banyak lainnya.
Rasanya kita kurang bercermin kepada diri sendiri, apakah pantas kita di hadapan orang? apakah layak kita di muka umum?
sejauh ini banyak hal yang masih kita pikirkan matang-matang, masih ragu untuk dilakukan, atau bahkan kita terlalu tergesa-gesa untuk meluapkannya.
Kita tidak lagi berpikir menggunakan logika, hanya ekspresi semata akan perasaan yang ada dalam hati ini.
Sebaiknya, sebelum mengekspresikannya, kita tanyakan terlebih dahulu kepada pikiran kita? mampu tidak? baik tidak? cocok tidak?
Kemudian setelah mendapatkan pertimbangan yang masak, barulah kita mengaplikasikan ke dalam bentuk yang kita inginkan..

Inspirasi tulisan ini aku dapatkan dari seseorang yang banyak mengajarkan ilmu kepribadian kepadaku, semoga dengan adanya tulisan ini, dapat membangun banyak orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik

 Untukmu, terimakasih ya, semoga kita selalu diberi kesempatan untuk saling belajar...





Senin, 23 September 2013

23th, very like this date and this number!



Aku ga bilang lho kalo tanggal 23 itu tanggal keberuntunganku. Aku hanya menyukai angka ini, dan ketika angka ini menjadi tanggal aku suka itu... Rasanya angka 23 itu mengingatkanku akan seseorang yang aku kira nomer belakangnya itu 23, eeeh ternyata bukan 23 hahaha. Ah tapi sudahlah, dalam pemikiranku tetep aja angka yang sesuai sama dia angka 23 :p

Hari ini, aku mendapat kabar yang cukup menggembirakan.. Pekerjaanku semalam suntuk begadang demi mengumpulkan esok hari udah dicek! Dan akhirnya positif pekerjaanku diterima, meski ada beberapa catatan penting untuk sedikit perbaikan, rasanya tetep seneng aja atas usaha yang aku lakukan selama ini membuahkan hasil. Aku hanya berpikir, memang benar perkataan orang.. ketika kita menabur sesuatu, itulah yang akan kita petik. Kali ini aku menabur peluang untuk maju, dan akhirnya aku memetik kesempatan itu. Aaaaaaaaaa jadi sok nge-quote gitu ya aku hehehe

Aku hanya mau mengucap syukur sebesar-besarnya atas apa yang telah diberikan Allah swt. Karena tanpa doa yang aku panjatkan untuk-Nya, semua tidak akan berjalan dengan lancar, ditambah lagi optimis ku untuk mencapai sesuatu menjadi hal yang melatarbelakangi apa yang telah direncanakan Sang Pencipta. Hari ini tepat pada tanggal 23 September 2013, ini tidak bisa dijadikan faktor keberuntunganku lho ya.. Keberuntunganku hanya direka oleh Sang Pencipta, 23 hanyalah angka yang aku suka dan mungkin.........................................................................................................................................


23 aku berharap kamu ada, dan kamu akan selalu menjadi 23 dalam anganku...

Kamis, 19 September 2013

Idolaku, Ustad Maulana

idolaku...
pasti kebanyakan orang menertawai ketika aku ditanya "siapa idolamu fel?" 
dan aku pun menjawab... idolaku itu ustad Maulana, seorang felin yang petakilan pecicilan criwis mengidolakan seorang ustad Maulana? hahahaha. Aku tetep terima kok, kalo orang-orang pada menertawaiku gara-gara ngefans sama ustad itu
Ya sudahlah, namanya idola ya tetep idola... 
Ustad Maulana adalah ustad yang banyak memberiku ilmu, pengajarannya mudah diterima, dan beliau sangat kocak. Pemahaman-pemahaman yang disajikan begitu menarik, sehingga rasanya sayang saja jika tidak mendengarkan ceramahnya setiap pagi.
Sejauh ini, aku selalu bangun jam setengah 6 pagi demi melihat sang ustad berceramah di televisi. Aku sempatkan melihatnya di layar kaca meskipun kadang mata masih merem melek.. Dengan mendengarkannya saja hatiku udah seneng banget, rasanya adem tentrem... Terkadang meski banyak celotehan-celotehan gojek dari sang ustad, aku pun sempet-sempetnya tertawa sambil mata setengah lihat. hahaha hebat betul ya sang ustad bisa menghipnotisku hihi :p

Mungkin, kapan-kapan aku bisa datang ke acara ceramahnya lah, biar aku bisa liat secara langsung sang ustad beraksi :)
 
Jamaaaah... Oi..... Jamaaaaaaaaah.. Alhamdu.....lilaaah

Senin, 09 September 2013

Hari 1 masuk kuliah semester 7

Seiring bergulirnya waktu, ga kerasa aja udah menginjak semester 7 nih -____- Rasanya kok udah semakin tua aja ni umur, semakin merasa harus memintarkan kepala, dan semakin terdesak untuk cepat-cepat menuntaskan kuliah. Tiap aku menikmati kuliah, aku merasakan enjoy enjoy aja sih, soalnya rintangan di depan mata juga ga susah-susah banget. Cuma berbekal rajin berangkat kuliah, datangnya juga ga telat-telat amat, ngerjain tugas tepat waktu, aku rasa itu udah cukup untuk memperoleh nilai yang bagus. Atau kalau mau dapet nilai yang ++ kedipin mata aja ke dosennya dan bilang "aduh maaf, mata saya kelilipan nih pak" hihihi. Ya sebenernya dosen juga ga gitu-gitu amat sih, asalkan kita baik aja dan memenuhi aturan, dijamin dapet A deh. KECUALI, kalo dosennya itu emang ngasih standarisasi nilai yang tinggi, meskipun ilmunya menurutku juga ga banyak-banyak amat, kalo dia cuma ngasih minimal B ya harap maklum aja sih -__- dan aku sering mendapatkannya. Arrrrrrggggggggggggghhhh.....

Hari ini pertama kali aku kuliah perdana pada semester 7, dan aku ambil mata kuliah PPA alias Magangnya Antropologi. Jadwal kuliahnya jam 1 men, ohhhh itu kan jam-jam panas, jam-jam anak pulang sekolah, jam-jam istirahatnya orang kantoran mencari makan siang. Di jalan padet banget, meskipun cuma di jogja sih, tapi kok ya sekarang itu penuhnya naudzubillah deh. Ada cerita unik nih waktu aku otewe alias  on the way (ceileeeeeeeh pake bahasa inggris nih si felin) hihihi. Jadi gini, pas aku lagi nungguin lampu bangjo di perempatan pom bensin sagan, tiba-tiba rasanya pengen banget ngecek gadget ku yang berupa hp nokia mini ada senternya itu, berharap ada sms tuh dari si a'a :p Ketika aku menarik resleting tasku, eeee lha kok tasnya itu menekan tombol kuning klakson ku. Sontak semua orang yang sedang menunggu lampu abang ijo kuning itu menoleh ke aku, pas klakson ku bunyi juga ternyata di sekitarku lagi riweuh orang-orang banyak berseteru dengan sesama yang tidak mau  mengalah dengan jalan. Ketika klakson ku berbunyi panjang, jadinya menambah keruh suasana di jalan itu hahaha. Dengan begonya, aku juga langsung terkaget-kaget dan bilang "bukan saya, bukan bukan!!" (dengan raut muka tanpa ekspresi dan agak takut-takut gimana gitu) haha.
Setelah itu, jalanlah motorku ke arah lembah UGM dan berbelok ke jalan Sosio-Humaniora, masuklah ke dalam parkiran FEB dan FIB (parkiran kendaraan beroda 2 lho ya). Di parkiran, kebiasaan ku galau nih milih tempat parkir, pilih parkiran yang di depan atau di belakang, dan di depannya itu masih milih juga parkiran depan yang ada iyup-iyupannya (teduhan) atau parkiran yang tanpa teduhan, atau lagi parkiran belakang yang bebas apa parkiran belakang yang teduh. Haduh fel... felll... pilih parkiran aja bingung, gimana milih pendamping hidup buat besok "lhoooo" :3 hahaha Pada akhirnya aku terhenti di tengah-tengah parkiran sembari menolah-noleh ke kanan dan ke kiri. Pada saat pemberhentianku, ada seorang mas-mas (anak kampus yang tidak tahu namanya) mau melewat di depanku, namun terhalang oleh motorku. Beliau pun berhenti juga, sembari menunggu aku lewat, kemudian beliau bersandar di atas motor yang entah siapa itu pemiliknya, ngasal aja deh pokoknya haha. Waktu dia bersandar dan seakan-akan bergaya di atas motor tersebut, tangan penyangganya terpeleset dan mengakibatkan motor itu JATUH. Aku langsung aja tertawa terpingkal-pingkal melihat masnya yang tadi sok-sokan bergaya sambil tebar pesonanya ke aku tadi. hahaha Masnya juga ketawa sendiri ga berenti-berenti hahhaa.

Minggu, 08 September 2013

Awalnya, kalau orang melihatku pasti selalu mempunyai pemikiran bahwa aku ini orang yang kalem, halus, lemah lembut dan hal-hal baik lainnya. Eeeeeh,pada awalnya liat casingku sedemikian bagusnya, setelah aku berbicara bahkan sampai bercerita pasti orang-orang akan menurunkan nilainya. Itu pasti dan jelas otomatis. Suaraku ini cempreng kayak kucing kejepit pintu, sukanya cerita kejadian yang barusan dilewatinya, ngomongnya muter-muter sampai orang pusing tujuh keliling, banyakin ngomong ga pentingnya daripada pentingnya, dan masih banyak lainnya deh.. huhuhu

Dipikir-pikir sayang juga sih kalo casingku bagus gitu, tapi setelah itu? hahaha tapi aku sih mikirnya gini aja "tiap kelebihan pasti ada kekurangannya, ga semata-mata orang itu perfect kan?" Sejauh ini aku hanya berusaha menjadi orang yang normal pada umumnya, tapi kok susah banget. Aku ga bisa anteng, rasanya pengen cerita terus, meskipun kebanyakan orang sih bilang kalo itu hal yang konyol. Tapi mau gimana lagi, nahan cerita kan susah :'(

Pada akhirnya, sampai orang-orang itu bosan mendengar ceritaku, yah bikin aja blog ini buat nyurahin semua ceritaku yang unik deh :) Baca boleh, tapi ga boleh dibaca berkali-kali ya! Takut bikin anak pusing tujuh keliling sih :p
*Salam Miss Felin*

Philosophy the Name of "felinda"

Aku? 
seorang perempuan kelahiran '93, dengan panggilan "felin"// "fe"// "fel"// "lin"// "linda"// "ndok"(kalo yang udah dekeeeet banget)
sehubungan dengan namaku yang singkat,padat, dan jelas "felinda" mau memanggil dengan sebutan apa aja boleh lah, asal masih di seputaran namaku aja deh :) tapi.............. kalo dipanggil "ndok" itu emang kultur sih karena aku orangnya merasa dimudakan dan yang manggil juga cuma orang tertentu aja yang kenal deket wkwk
Nama yang aku peroleh bukan dari nama sembarangan lho, nama ini didapat konon katanya diambil dari nama salah satu obat bius atau obat untuk jantung yang bernama "Felodipine." Kata papaku sih gitu (ga ngerti deh tepatnya gimana hihi)

Kalau diruntut dari sejarah panggilan nama-namaku aku bisa jelasin lho, penting juga ni meninjau sebuah nama dari sisi historiografinya.. ya walau ga penting-penting juga tapi gapapa deh ya :D

"felin" panggilan ini dikategorikan panggilan wajar/ala kadarnya. Pada umumnya semua orang yang baru mengenal ataupun sudah mengenal memanggilku dengan sebutan "felin." Nama panggilan ini termasuk panggilan yang nyaman, nyambung, dan logis. Berasal dari "felinda" yang menjeda pada kata "felin." Orang yang memanggilku dengan panggilan "felin" adalah orang-orang yang masih sungkan kepadaku dan awal pertama kali orang mengenalku.

"fe" panggilan ini dikategorikan panggilan keren. Seketika namaku berasa jadi keren banget kalo dipanggil dengan "fe." hahaha Awalnya, gara-gara temenku kuliah tahun 2010, pas baru-barunya mahasiswa baru aku bertemu dengan Sucinadia dan Adityaindra. Kenalan lah kita satu sama lain, pertama kali namaku dipanggil "fe" itu sama Sucinadia, kemudian dipopulerkan oleh Adityaindra karena dia lah yang paling eksis di antara temen-temen :D Sampai sekarang, jalan 3tahun kuliah temen-temen kampus semua memanggilku dengan panggilan "fe." Padahal kerasanya ditelingaku agak canggung dan aneh, namanya kebagusan sih jadinya hihi 

"fel" panggilan dari temen-temenku yang sudah mengenalku, dari TK sampai SMA. Panggilan ini dikategorikan panggilan seorang teman pada umumnya. Kebanyakan teman-teman memanggil dengan sebutan "fel." Biasa sih ini menurutku, jadinya sejarahnya kurang ada hehe

"lin" panggilan ini menurutku panggilan kepadaku dari orang yang sudah kenal aku luar dalem, seperti keluargaku, orang-orang terdekatku.Panggilan ini dirasa cukup hangat dan friendly. Bagi orang yang memanggilku dengan sebutan "lin" berarti orang itu memang akrab denganku atau bisa jadi mau mengakrabkan diri denganku :p

"ndok" panggilan ini termasuk panggilan mesra dari orang-orang terkasih. Orang yang memanggilku dengan sebutan "ndok" yaitu papa-papa an semasa SMA, yaitu papi basun, dan ada satu orang lagi yang memang benar dia sangat suka memanggilku dengan kata "ndok." Entah mengapa, katanya emang suka aja gitu manggil "ndok" hihihi Oiya, ada lagi sebenarnya, panggilan "ndok" itu biasanya dipanggil oleh orang-orang yang mengerti kultur Jawa. Jadi bolehlah kalo mau komentar kalo aku ni orangnya ge-er an hihihi Tapi jarang sih yang manggil "ndok" kecuali dua orang yang udah disebutin di atas :p